Suatu hari ada seorang karyawan yang masuk kerja dengan perban yang talah menutupi kedua telinganya. Pimpinannya heran dan bertanya apa yang terjadi. “Kemarin, ketika sedang menyetrika, telepon saya berdering. Tanpa sengaja saya menempelkan setrika ke telinga saya untuk menjawab telepon itu,” jelas karyawan itu.

“Oh, begitu ceritanya. Tapi apa yang terjadi dengan telingamu yang lain?” tanya pimpinannya lagi. Karyawan tersebut menjawab, “Teman saya menelepon lagi.”

Dalam ilustrasi di atas, sang karyawan harus menanggung akibat dari kelalaiannya sendiri. Namun dalam kasus lainnya, kelalaian seseorang tidak hanya merugikan orang itu semdiri, tetapi bisa juga mencelakai orang lain. Karena kelalaian petugas pengeboran di perusahaan Lapindo Brantas, maka Kabupaten Sidoharjo direpotkan oleh semburan lumpur panas.

Penjaga perlintasan kereta api yang lalai dapat menyebabkan tabrakan antara kereta dengan mobil. Petugas listrik yang ceroboh dapat menyebabkan seisi kota gelap gulita. Pekerja konstruksi yang bekerja sembarangan dapat menyebabkan jembatan roboh. Ibu rumah tangga yang sembrono dapat menyebabkan kebakaran di perkampungan yang padat.

Betapa pentingnya arti sebuah tanggung jawab. Kelalaian terjadi karena kita tidak sungguh-sungguh dalam melakukan tanggung jawab itu. Sudahkah Anda melakukan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh?

“Semakin besar kekuasaan yang Anda miliki, semakin besar tuntutan tanggung jawab terhadap Anda.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s