Orang sering menggunakan kata “getaran” untuk menggambarkan suasana hati atau perasaan yang timbul ketika menemui seseorang atau menyaksikan suatu peristiwa. Sebagai contoh, Anda sering merasakan getaran positif  saat berada di dekat orang tertentu. Sebaliknya, tak jarang Anda merasakan adanya getaran negatif jika Anda berjalan melintasi kawasan tertentu. Dalam kasus-kasus seperti itu kata getaran digunakan untuk menjelaskan perasaan atau suasana hati yang Anda alami. Singkatnya, getaran sama dengan suasana hati atau perasaan Anda.

Di dalam kehidupan ini hanya ada dua jenis getaran, yakni positif (+) dan negatif (-). Semua suasana hati yang Anda rasakan, baik positif atau negatif, pasti akan memancarkan getaran yang sama jenisnya.

Kita semua pasti selalu memancarkan getaran, entah positif atau negatif,setiap detik dan setiap waktu.Berikut akan diberi sedikit contoh –contoh perasaan yang menimbulkan getaran positif atau negatif.

Getaran (perasaan) negatif :kekecewaan, kesendirian, kekurangan, kesedihan, kebingungan, stres, amarah, sakit hati, dll.

Getaran (perasaan) positif :kegembiraan, cinta, kesenangan, kemakmuran, kebanggaan, kenyamanan, keyakinan, kasih sayang, dll.

Suasana hati atau perasaan itu selalu ada selama Anda hidup dan sadar. Bahkan pada detik ini juga, suasana hati atau perasaan yang ada di dalam hati Anda pasti memancarkan getaran tertentu, entah positif atau negatif.

Di sinilah akan terlihat dari rahasia hidup kita,yaitu Hukum Ketertarikan. Hukum ketertarikan akan merespon setiap getaran yang Anda pancarkan. Bahkan saat ini, detik ini juga, energi dalam diri Anda sedang menyesuaikan diri dengan getaran yang Anda pancarkan dan melipatgandakan apapun yang Anda pancarkan, baik itu positif atau negatif.

Sebagai contoh,ketika seseorang terbangun pada suatu hari Senin pagi dengan perasaan agak kesal atau murung, sesungguhnya dia sedang memancarkan getaran negatif. Dan ketika getaran itu dia pancarkan, seketika itu pula Hukum Ketertarikan memberikan reaksinya dengan memberikan lebih banyak getarannya yang sama sifat dan jenisnya.

Lalu, setelah orang itu bangkit meninggalkan ranjangnya, terjadilah serentetan kesialan: kakinya tersandung, roti bakarnya gosong, terjebak kemacetan, bisa juga mendapatkan kuis kuliah yang susah dan tidak bisa mengerjakan,dan akhirnya dia hanya bisa menyesali diri, ”Mestinya pagi tadi saya tak usah bangun tidur.”

Atau pada situasi yang berbeda, ketika seorang mahasiswa sedang kegirangan merayakan keberhasilannya dalam membuat PKM, dapat mengerjakan soal UAS sehingga mendapatkan nilai IPK yang memuaskan, dan bahkan mendapatkan beasiswa dari perusahaan besar, sesungguhnya dia sedang memancarkan sebuah getaran positif. Tak habis-habisnya orang itu memuji dirinya sendiri, “Saya sukses besar!”

Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa Hukum Ketertarikan benar-benar bekerja, hukum itu mewujudkan segala sesuatu yang harus terjadi dengan melipatgandakan getaran yang sama, baik positif maupun negatif.

“Jadi, kenali hal-hal yang membuat Anda merasa senang dan jadikanlah itu menjadi kebiasaan, serta berfikir positif dalam segala hal agar hidup selalu menuju kebahagiaan hidup.”

2 responses »

  1. Adit mengatakan:

    Like this

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s