Kemelekatan yang dimaksud yaitu keterikatan kita terhadap benda-benda duniawi. Meskipun kita memiliki semuanya itu, kita tidak boleh terlalu melekat padanya, sebab semuanya tidak kekal dan merupakan titipan Tuhan yang harus kita gunakan untuk menjalankan hidup kita dan tidak lupa untuk selalu bersyukur pada-Nya. Misalnya uang seberapapun banyaknya, tidak akan dapat dibawa mati. Sebaliknya, uang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membantu orang lain yang kurang beruntung. Dengan cara ini pula kita telah bersyukur kepada Tuhan atas rejeki yang telah diberikan-Nya.

Sekarang pertanyaannya adalah, “apa yang melekat pada diri kita?” Yang melekat pada diri kita adalah kebaikan dan ketidakbaikan kita. Selama hidup, orang pasti akan selalu ingat apakah kita pernah menolong atau menyakiti orang lain. Dan, meskipun Tuhan menginginkan kita untuk selalu berbuat baik, Tuhan tidak dapat membuat kita demikian, karena Tuhan telah memberikan kita suatu kebebasan berkehendak, kebebasan untuk memilih melakukan yang baik atau yang tidak baik.

“Jadi, mari kita menabung kebaikan dan biarlah hanya kebaikan saja yang melekat pada diri kita, agar pada akhirnya kita semua dapat hidup berbahagia bersama Tuhan dan sesama.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s