Mas Mono, seperti pemuda lain di desanya, ingin mengejar mimpi hidup sukses di kota. Ia mendapat pekerjaan sebagai tukang las. Namun naas, teman kerjanya melakukan keteledoran. Temannya menyenggol batang besi yang menyebabkan kabel listrik bertegangan sangat tinggi mengeliat dan menyetrum tubuh Mas Mono. Akibatnya, selain mengalami luka bakar tingkat tinggi, Mas Mono juga harus merelakan kedua lengannya diamputasi, di batas pergelangan tangannya.

Mimpi sukses itu pupus sudah. Dengan hancur hati, Mas Mono pulang ke desanya. Sedih, bingung, putus asa, marah, ingin berontak. Perasaan itu berkecamuk dalam dirinya. Selama setahun Mas Mono dirundung duka. Setiap kali mendapat perkunjungan dari teman dan saudara, Mas Mono lebih suka mengurung diri dalam kamar. Namun malam harinya, Mas Mono keluar rumah. Ia tidur di kuburan desanya.

Hingga suatu ketika, Mas Mono menghilang. Tentu saja keluarganya kebingungan mencarinya. Dua minggu kemudian, ia muncul lagi. “Ke mana saja kamu?”, tanya kakak perempuannya. “Ke Bali, Mbak.”, jawab Mas Mono santai.

Sejak saat itu, Mas Mono mulai berubah. Ia mulai belajar naik sepeda. Sebelumnya, ia memang sudah bisa mengendarai sepeda. Namun dengan lengan yang buntung dan kaki yang pincang, ia harus menyesuaikan diri lagi.

“Kebangkitan” Mas Mono ini tidak lepas dari kesabaran keluarganya. Selama setahun Mas Mono menjalani masa “penolakan” diri. Selama itu pula mereka merawat Mas Mono dengan penuh kasih. Inilah masa yang berat bagi keluarganya. Mereka harus tetap menghibur dan memahami perilaku Mas Mono yang agak aneh itu.

“Kesabaran itu seperti air yang meneter terus-menerus di atas batu cadas. Akhirnya, batu yang keras ini akan luluh juga.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s