Di sebuah desa ada sebuah makam kuno yang berbentuk rumah. Pintunya selalu tertutup. Warga setempat tidak ada yang berani mendekat, apalagi membuka pintunya. Nah, semakin lama, makam itu terasa semakin menakutkan. Orang-orang lalu berkata bahwa tempat itu angker, ada hantunya.

Kemudian, beberapa waktu kemudian, ada seorang warga yang memberanikan diri untuk membuka pintu makam itu. Ternyata, setelah pintu dibuka, yang ditemukahanya sebuah batu nisan, dan tentu saja… tidak ada hantunya.

Hal yang sama bisa terjadi pada kita. Apabila setiap hari kita hanya bekerja dan pulang, tidak pernah bergaul dengan orang-orang di sekitar kita atau terlibat dalam kegiatan lingkungan, kita akan merasa “paling pinter”, “paling baik”, dan “paling-paling” lainnya. Di lain pihak, orang lain takut mendekati kita. Bukankah ini merugikan kedua belah pihak? Coba keluar rumah, menyapa orang lain dan ikut terlibat dalam kegiatan lingkungan. Pastilah kita akan merasakan suatu kebahagiaan, bisa bertemu dan bertukar pikiran atau perasaan dengan orang lain. Dengan “terbuka” terhadap orang lain, kita bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa.

“Sebab dengan terbuka, kita dapat menampilkan inilah saya. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk Anda? Dan Akakah Anda bisa membantu saya? Hidup akan lebih lengkap dengan kita terbuka dengan orang lain.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s